Selain motivasi yang menggugah semangat belajar
siswa, pendidikan
keberanian harus diberikan kepada siswa. Bukan keberanian yangb membuat anak
nekat melakukan hal yang negatif, namun keberanian yang menanamkan nilai
positif.
Keberanian
diperlukan karena degan modal berani siswa dapat mengikuti pelajaran dengan
baik. Keberanian pun dapat menghilangkan ketakutan, atau ketidak percaya dirian
siswa yang dampaknya menjadi hambatan siswa dalam belajar. Menurut penulis
keberanian akan lahir dari pendidikan yang benar, kasih sayang yang cukup, dan
anugrah dari Allah untuk dijaga keberadaannya.
Metode berani ini
sudah diperaktekan Rasul terhadap siswanya. Rasul menjadikan setiap kegagalan
siswanya sebagai bagian dari keberanian, memberikan reward kepada siswanya,
memberikan tanggung jawab serta membela siswanya dengan cara yang benar. Metode
yang dicontohkan Rasul tersebut dapat melahirkan siswa yang berani, dalam
artian berani untuk benar. Dalam buku ini akan dibahas melalui dua sudut
pandang. Selain siswa yang dituntut berani guru pun dituntut untuk menjadi guru
pemberani. Sehingga kerjasama yang baik karena
kedua pelaku pendidikan baik siswa maupun guru sama-sama memiliki keberanian
untuk menjadi benar dan memelihara kertakutan pada tempatnya. Inilah pendidikan
super yang sudah mulai dilupakan, sehingga terjadi kemerosotan moral
pendidikan.
Pembahasan :
Mengutip dari
pendapat Dr.
H. Buchari Alma, M.Pd. dalam artikelnya “Kita menyadari betapa keadaan
mutu pendidikan akhir-akhir ini banyak disorot dalam media masa, tidak
dipersoalkan, apakah semua itu benar, atau semuanya tidak benar, namun
demikianlah gemanya terdengar. Tanpa meningkatkan keberanian, mutu pendidikan
itu tetap rendah bahkan dapat merosot terus. Jika kita mulai menerapkan konsep
keberanian itu dalam pendidikan meski variabel-variabel lainnya, tetap seperti
sekarang, maka kelemahan esensial dari pendidikan itu akan teratasi, dan akan
memberi potensi kekuatan terhadap variabel-variabel lainnya.”
Benar adanya apa
yang dikatakan Dr. H. Buchari Alma, M.Pd, bahwa pendidikan
kita sedang membutuhkan variabel keberanian dalam setiap bentuk pendidikannya. Keberanian
merupakan sifat kepahlawanan dalam diri manusia, tak ubahnya diantara
sifat-sifat manusiawi lainnya, sering sifat keberanian mengalami pasang surut
dalam konteks ketika ia harus dihadapkan kepada suatu keadaan tertentu.
Sudah barang tentu, banyak hal yang menyebabkan nyali menjadi ciut ketika
dihadapkan pada sesuatu hal yang baru.
Harus diakui
bahwa pendidikan super ala rasulullah berhasil mecetak murid-murid pemberani.
Mereka kemudian hari dicatat sejarah sebagai orang-orang yang mencetak
kegemilangan berkat nyali yang mengagumkan. Keberanian itu tidak hadir begitu
saja pada diri anak. Rasulullah menyalakan nyali anak didiknya melalui proses
panjang dan melalui pembinaan berkelanjutan.
Sebuah
pembaharuan jika pendidikan kita dilengkapi dengan pendidikan keberanian.
Membuka paradigma baru bahwa kita harus berani jika kita ingin maju. Banyak
metode yang dapat diterapkan guna memunculkan keberanian murid dalam proses
belajar. Dan keberanian ini dapat di kembangkan lebih jauh untuk memaksimalkan
faktor-faktor lain dalam proses belajar.