Pengikut

Minggu, 21 Juni 2015

Keajaiban Inspirasi Keberanian



Selain motivasi yang menggugah semangat belajar siswa, pendidikan keberanian harus diberikan kepada siswa. Bukan keberanian yangb membuat anak nekat melakukan hal yang negatif, namun keberanian yang menanamkan nilai positif.
Keberanian diperlukan karena degan modal berani siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Keberanian pun dapat menghilangkan ketakutan, atau ketidak percaya dirian siswa yang dampaknya menjadi hambatan siswa dalam belajar. Menurut penulis keberanian akan lahir dari pendidikan yang benar, kasih sayang yang cukup, dan anugrah dari Allah untuk dijaga keberadaannya.
Metode berani ini sudah diperaktekan Rasul terhadap siswanya. Rasul menjadikan setiap kegagalan siswanya sebagai bagian dari keberanian, memberikan reward kepada siswanya, memberikan tanggung jawab serta membela siswanya dengan cara yang benar. Metode yang dicontohkan Rasul tersebut dapat melahirkan siswa yang berani, dalam artian berani untuk benar. Dalam buku ini akan dibahas melalui dua sudut pandang. Selain siswa yang dituntut berani guru pun dituntut untuk menjadi guru pemberani. Sehingga kerjasama yang baik karena kedua pelaku pendidikan baik siswa maupun guru sama-sama memiliki keberanian untuk menjadi benar dan memelihara kertakutan pada tempatnya. Inilah pendidikan super yang sudah mulai dilupakan, sehingga terjadi kemerosotan moral pendidikan.
      Pembahasan :
Mengutip dari pendapat Dr. H. Buchari Alma, M.Pd. dalam artikelnya “Kita menyadari betapa keadaan mutu pendidikan akhir-akhir ini banyak disorot dalam media masa, tidak dipersoalkan, apakah semua itu benar, atau semuanya tidak benar, namun demikianlah gemanya terdengar. Tanpa meningkatkan keberanian, mutu pendidikan itu tetap rendah bahkan dapat merosot terus. Jika kita mulai menerapkan konsep keberanian itu dalam pendidikan meski variabel-variabel lainnya, tetap seperti sekarang, maka kelemahan esensial dari pendidikan itu akan teratasi, dan akan memberi potensi kekuatan terhadap variabel-variabel lainnya.”
Benar adanya apa yang dikatakan  Dr. H. Buchari Alma, M.Pd, bahwa pendidikan kita sedang membutuhkan variabel keberanian dalam setiap bentuk pendidikannya. Keberanian merupakan sifat kepahlawanan dalam diri manusia, tak ubahnya diantara sifat-sifat manusiawi lainnya, sering sifat keberanian mengalami pasang surut  dalam konteks ketika ia harus dihadapkan kepada suatu keadaan tertentu. Sudah barang tentu, banyak hal yang menyebabkan nyali menjadi ciut ketika dihadapkan pada sesuatu hal yang baru.
Harus diakui bahwa pendidikan super ala rasulullah berhasil mecetak murid-murid pemberani. Mereka kemudian hari dicatat sejarah sebagai orang-orang yang mencetak kegemilangan berkat nyali yang mengagumkan. Keberanian itu tidak hadir begitu saja pada diri anak. Rasulullah menyalakan nyali anak didiknya melalui proses panjang dan melalui pembinaan berkelanjutan.
Sebuah pembaharuan jika pendidikan kita dilengkapi dengan pendidikan keberanian. Membuka paradigma baru bahwa kita harus berani jika kita ingin maju. Banyak metode yang dapat diterapkan guna memunculkan keberanian murid dalam proses belajar. Dan keberanian ini dapat di kembangkan lebih jauh untuk memaksimalkan faktor-faktor lain dalam proses belajar.

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...