Pengikut

Selasa, 12 April 2016

Mengajak Anak Menuju Puncak Spiritual

Bismillahirrohmannirrohim 

Semakin mutakhir zaman ini, para ahli semakin percaya jika unsur spiritual menjadi bagian penting dari keberhasilan dan kebahagiaan hidup manusia. Aspek spiritual bahkan diyakini menjadi salah satu jenis kecerdasan, hingga dikenal pula spiritual intelligence. Kita menyambut baik berbagai model pendidikan rohani yang diciptakan manusia guna melapangkan jalan menuju Tuhan. Kita patut berkaca pada pembawa risalah agama Islam, karena Nabi Muhammad berabad-abad yang lalu telah menegakkan pendidikan spiritual ketika orang-orang sekitar mencibirnya. Rasul berhasil menciptakan metode pendidikan spiritual dengan sistem akselerasi atau percepatan, dengan mengkondisikan anak didiknya agar segera sampai pada kebutuhan mereka terhadap tuhan.
Dengan kekuatan spiritual, manusia akan tangguh mengarungi berbagai gelombang kehidupan. Sebab dirinya telah memiliki pegangan Maha Tinggi dan tak akan karam oleh badai apapun. Anak kecil juga manusia yang tentu membutuhkan kekuatan spiritual dan tak mengherankan sedari dini mereka telah bertanya dan mencari siapa Tuhan yang hakiki. Anak-anak haruslah dibimbing menuju Allah Swt. Pendidikan merupakan jalan yang benar guna menuntun anak didik menemukan kekuatan spiritualnya.
Dalam khazanah Islam, pendidikan dikenal dengan sebutan Tarbiyyah, yang dalam bahasa Arab, Tarbiyyah maupun Rabb berasal dari kata yang sama, yaitu ra ba ya. Artinya pendidikan yang super itu adalah menyertakan nilai-nilai ketuhanan dalam proses belajar mengajar. Belajar tanpa kesadaran spiritual akan membuat pelajar seperti mengejar fatamorgana di padang pasir. Mereka tidak akan sampai pada pemahaman hakikat kehidupan. Lama-kelamaan mereka akan merassakan dirinya hanya menjadi permainan kehidupan.
Salah satu rahasia pendidikan supernya, Rasul tidak membuang umur murid di bangku sekolah ssementara hasilnya minim atau malah nol. Untuk bekal spiritual, Rasul melakukakn sistim Akselerasi atau percepatan, cukup dengan materi pertama langsung menanamkan akar spiritual pada sanubari anak. Jalaludi Rakhmat menerangkan, orangtua, guru dan sekolah dapat berfungsi sebagai mursyid (pembimbing rohani) yang dengan telaten dan penuh kasih sayang membimbing muris-muridnya menyucikan batin, membersihkan diri, dan kemudian melatih mengaktualkan sifat-sifat Tuhan dalam dirinya.
Islam itu indah, jika guru menampilkan diri dengan keindahan spiritula Islam, niscaya banyak yang akan tertawan hatinya. Rasul melakukan pendekatan persahabatan, beliau membangun keakraban dengan membuka percakapan intim, turut berteduh dari teriknya matahari dan bersedia duduk bersama. Anak-anak lekas kagum dengan sesuatu yang di luar kebiasaan, hal-hal yang tidak mampu diperbuat manusia biasa.
Anak-anak adalah manusia yang paling suka meniru. Oleh sebab itu jangan sembarangan memberi mereka panutan. Para guru dan orang tua yang memberikan model terbaik terkait kekuatan spiritual. Pelajaran yang disampaikan berupa cerita akan lebih cepat diserap anak murid. Orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Kecerdasan spiritual hendaknya dilakukan pula dengan metode Quantum (loncatan) dan jangan linear (bertahap).  Mereka akan mampu mencapai tujuan kesempurnaan sebagi manusia dengan jalan spiritual, seperti  Rasul mendidik keimanan muridnya hingga berkembang dahsyat.
Inilah puncak pendidikan yang sesungguhnya. Mengantarkan seorang anak menuju kesempurnaannya. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menjadikan muridnya menuju puncak spiritual mereka sebgai manusia atau makhluk bertuhan.Banyak fakta membuktikan, jika seorang anak mencapai puncak spiritual, atau tahap keimanan yang tinggi maka tidak mustahil mereka dapat menjadi manusia yang dimuliakan oleh Allah, dengan dimuliakan Allah maka manusia lainpun akan memuliakannya. Ketauladanan dan pendidikan yang tepat dapat membantu terwujudnya manusia beriman bertakwa. Seperti rasulullah yang menggabungkan teori dengan praktek. Memberi pengajaran sambil mencontohnkannya. Sehingga sangat mudah ditiru, apalagi dengan sifat anak yang senang meniru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...