Bismillahirrohmannirrohim
Sungguh amat menyedihkan kalau
pendidikan super yang kita bangga-banggakan dan yang terus diperbaharui supaya
makin canggih, justru membuat murid-murid berjarak dari lingkungan sosialnya.
Amat menyedihkan bila sejak dini anak-anak sudah terjebak sikap antisosial dan
terangkap dalam keegoannya sendiri. Banyak sekolah berhasil mencetak murid cerdas
yang meraih berbagai mendali penghargaan, tapi anak malah gagal dalam kehidupan
sosial dan masyarakat telah banyak menuai dampak negatifnya. Dalam riwayat
karirnya sebagai super teacher, Rasulullah melakukan
pembinaan kejeniusan sosial terhadap murid-muridnya. Ternyata beliau memulai
pendidikan sosial baru dikenal dengan masyarakat luas.
Belakangan para ahli memasukan
kemampuan membangun hubungan sosial sebagai salah satu bentuk kecerdasan.
Pengakuan terhadap kemampuan dahsyat terkait kejeniusan sosial ini disokong
temuan-temuan menakjubkan di bidang ilmu saraf sosial. Sekarang telah
berkembang berbagai jenis ilmu terkait dengan upaya meningkatkan kecerdasan
sosial, kita mengenal ilmu sosiologi, psikologi, human resourse Development,
komunikasi dan sebagainya. Juga berkembang pesat sekolah-sekolah yang mendidik
para muridnya tentang kecakapan dalam berhubungan sosial, seprti sekolah
kepribadia, sekolah PR (public relation), sekolah humas, adapula kuliah HI
(hubungan internasional), dan lainnya.
Rasul mengajarkan pada anak didiknya betapa lingkungan sosial itu amat menyenangkan. Sebelum tahu seluk beluk lingkungan masyarakat, anak murid diajari dulu relasi sederhana antara anak dengan dirinya. Rasul tidak marah merid cilik naik kepundaknya saat shalat. Beliau menepis konsep pendidikan yang mengandalkan kemarahan. Pemakaian cara santun yang dipilih Rasul, bertujuan sujpaya anak tidak trauma membangun hubungan sosial dengan orang lain.
Rasul mengajarkan pada anak didiknya betapa lingkungan sosial itu amat menyenangkan. Sebelum tahu seluk beluk lingkungan masyarakat, anak murid diajari dulu relasi sederhana antara anak dengan dirinya. Rasul tidak marah merid cilik naik kepundaknya saat shalat. Beliau menepis konsep pendidikan yang mengandalkan kemarahan. Pemakaian cara santun yang dipilih Rasul, bertujuan sujpaya anak tidak trauma membangun hubungan sosial dengan orang lain.
Lingkungan masyarakat merupakan
wadah sosial baru bagi anak. Dia belum punya modal atau pondasi untuk terjun di
masyarakat yang sangat beraga, dan belum tentu pula mesyarakat langsung
menerima keberadaan si anak. Selain membutuhkan bimbingan, anak juga memerlukan
pengukuhan keberadaannya dalam masyarakat.
Pendidikan tanpa model kompetensi sehat juga berbahaya, karena kompetensi bagi
pelajar bagaikan bahan bakar pemacu semangat menuntut ilmu. Tanpa semangat
tidak akan ada upaya pencarian bekal keilmuan secara percepatan. Maka salah
satu strategi pendidikan dengan menciptakan iklim kompetensi yang sehat
tersebut, seprti dengan memberi nilai , sistim ranking, tingkatan kelas,
perlombaan, pertandingan, simulasi, dan lain lain. Dengan adanya strategi
membangun iklim kompetensi yang sehat, sesungguhnya anak sedang diajarkan untuk
mengakui posisi temannya yang lain dan belajar menerima kondisinya. Anak juga
memiliki kepekaan sosial, dan boleh jadi berkat didikan kecerdasan sosial yang
baik, mereka lebih tajam menganalisa dampak lingkungannya. Jadi, jangan pernah
sepelekan saran atau anjuran dari anak-anak untuk kebaikan orang-orang
sekitarnya. Murid yang super tidak saja menjadikan lingkungan sosial tempat
bergaul, bermain atau belajar bermasyarakat, tetapi juga peluang pembaharu.
Anak-anak mampu menajamkan kepekaan sosial, meluruskan yang keliru dan
membetulkan yang salah.
Kecerdasan sosial, inilah yang
kadanga kita lupakan. Melihat fenomena sekarang, apalagi diperkotaan rasanya
sangat jarang orang yang memiliki kecerdasan sosial. Hal ini pun berdampak
terhadap pendidikan. Menegur kita semua bahwasanya pendidikan sosial yang baik yang
diperlukan guna mencapai suatu
pendidikan yang super. Banyak dari orang tua justru kurang mengenalkan lingkungan sosilal kepada anak
sehingga sulit untuk mandiri dan bergantung atau bahkan individualis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar