Pengikut

Jumat, 15 Januari 2016

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3



Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III
(Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik)


Abstrak : Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, selain sebagai sumber dari ilmu yang lain, matematika juga merupakan sarana berpikir logis, analis, dan sistematis. Sebagai mata pelajaran yang berkaitan dengan konsep-konsep yang abstrak, maka dalam penyajian materi pelajaran, matematika harus dapat disajikan lebih menarik dan sesuai dengan kondisi dan keadaan siswa.. Pendekatan open ended dalam pembelajaran matematika memberikan peluang yang besar untuk mengembangkan kreatifitas dan cara berpikir siswa dengan memberikan stimulus berupa masalah terbuka kepada siswa. Model sinektik merupakan salah satu model yang terkenal dalam ilmu bahasa, namun dalam hal ini penulis merancang sebuah model pembelajaran sinektik dalam pelajaran matematika. Hal ini sejalan dengan pendapat Joyce dan Weil (1980:182) bahwa model sinektik merupakan strategi pengajaran yang baik sekali untuk mengembangkan kemampuan kreatif (Joyce dan Weil, 1980:182). Kegiatan pembelajaran harus mengarah dan membawa siswa dalam menjawab masalah dengan banyak cara serta mungkin juga dengan banyak jawaban (yang benar), sehingga merangsang kemampuan intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru. Materi operasi hitung campuran dapat dikemas menjadi sesuatu yang menarik dan menantang dengan didukung media yang menfasilitasi peserta didik untuk kreatif. Hasil yang diharapkan adalah berkembangnya kreatifitas siswa dalam pembelajaran
  

PENDAHULUAN:
Dalam  upaya  mengembangkan  potensi  anak  didik,  guru  memegang  peran penting dan berfungsi sebagai kunci utama  dalam  proses  belajar  di  sekolah.  Tanggung  jawab  guru  sangatlah berat,  sebab  guru  sebagai  pendidik  haruslah mampu mencetak anak-anak bangsa menjadi penerus masa depan bangsa ini. Seorang guru haruslah mampu menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa aktif dan semangat dalam menerima pembelajaran, termasuk didalamnya guru harus mampu mendorong anak berpikir kreatif yang tak lain untuk menghasilkan proses belajar bermakna. Masa anak-anak adalah masa kreatif, masa mengeksplorasi, masa mencari tahu, dan proses belajar adalah proses pengembangan dan pengoptimalan masa-masa tersebut. Model  proses belajar  mengajar  bercirikan  peningkatan  kemampuan berfikir kreatif  dan  kritis  yang  dihasilkan  melalui  pendidikan  atau  pelatihan  terbukti  kondusif dan  efektif  untuk  meningkatkan  berfikir  kreatif  dan  berfikir  kritis  siswa.  Menurut Munandar  (1992  :  45)  kreatifitas  atau  berfikir  kreatif  merupakan  suatu  bentuk pemikiran yang  kurang  mendapat  perhatian dalam pendidikan  formal. Kebanyakan sekolah yang utama  dilatih  adalah  pengetahuan,  ingatan  dan  kemampuan  berfikir  logis  atau penalaran,  yaitu  kemampuan  menemukan  satu  jawaban  yang  paling  tepat  terhadap masalah  yang  diberikan  berdasarkan  informasi  yang  tersedia.  Di  samping  itu  sistem pembelajaran yang dilakukan di Indonesia adalah sistem klasikal. Sepakat dengan pendapat Munandar, penulis merasa proses pembelajaran khususnya pelajaran matematika dalam hal pemecahan masalah hanya diarahkan pada penggunaan satu cara saja, hal ini tentu saja mematikan kreatifitas siswa dan tidak mengembangkan pola berpikir siswa dalam memecahkan masalah.
PEMBAHASAN:
Berdasarkan kurikulum KTSP 2006 mengenai materi bilangan, terdapat standar kompetensi dimana siswa mampu melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka dengan kompetensi dasar siswa mampu melakukan operasi hitung campuran. Dengan prasyarat siswa telah menguasai konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Kebanyakan guru mengajarkan materi operasi hitung campuran ini dengan cara tradisional yaitu melakukan perhitungan yang dilakukan dengan cara standar dimana siswa hanya menjawab soal yang berisi operasi hitung yang telah ditentukan dan memiliki jawaban pasti (close problem). Cara tersebut memang tidak salah selama masih dalam proses penanaman konsep, namun terkadang terjadi kondisi statis dimana proses tersebut berlangsung berulang-ulang tanpa memberikan sebuah pengalaman yang bermakna. Materi operasi hitung campuran dikelas tiga sebenarnya sangat membuka peluang kreatifitas siswa. Ketika seorang siswa dikatakan telah mampu menguasai syarat operasi hitung campuran seperti sifat komutatif (penukaran), sifat asosiatif (pengelompokan) dan sifat distributif (penyebaran). Meskipun dengan penalaran yang sederhana namun kesederhanaan pola penalaran siswa tersebut dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran tindak lanjut. Proses tindak lanjut inilah yang harus dikemas menjadi sebauh proses belajar yang mengarahkan pada pengembangan kreatifitas bagi siswa yang telah memahami konsep juga sebagai sarana penemuan konsep bagi siswa yang belum memahami konsep operasi hitung campuran. Oleh karena itu mau tak mau seorang guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung pengembangan kreatifitas juga pola berfikir siswa. Pendekatan Open Ended dan Model Sinektik diharapkan mampu membuat suasana belajar efektif dan kreatif pada materi bilangan mengenai operasi hitung campuran. 
Banyak  model  pengajaran  yang  dapat  dipergunakan,  Bruce  Joyce  dan  Marsha Weill (1980   13)  mengemukakan  dua puluh lima  buah model,  Salah  satu  model pengajaran yang  dikemukakan oleh  Bruce Joyce dan  Marsha Weill (1986 : 159) adalah model sinektik. Model sinektik ini masuk pada rumpun  model pribadi. Penulis memilih model  sinektik  ini dengan  alasan  bahwa  model  ini merupakan  model pengajaran  yang baru  yang berguna untuk mengembangkan kreativitas siswa. Hal ini juga sejalan dengan teori belajar Ausubel mengenai belajar bermakna, teori ini mengatakan bahwa proses belajar haruslah mengantarkan siswa pada tahap kebermaknaan. Siswa tak hanya menerima namun juga menemukan serta tak hanya menghafal namun juga memaknai pembelajaran tersebut. Menurut Suherman dkk (2003:124) mengemukakan bahwa dalam kegiatan matematik siswa haruslah memenuhi ketiga aspek berikut:
1.      Kegiatan siswa harus terbuka .
Yang dimaksud kegiatan siswa harus terbuka adalah kegiatan pembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukan segala sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka.
2.      Kegiatan matematika merupakan ragam berpikir.
Kegiatan matematik adalah kegiatan yang didalamnya terjadi proses pengabstraksian dari pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari ke dalam dunia matematika atau sebaliknya.
3.      Kegiatan siswa dan kegiatan matematika merupakan satu kesatuan.
Dalam pembelajaran matematika, guru diharapkan dapat mengangkat pemahaman dalam berpikir matematika sesuai dengan kemampuan individu. Guru bisa membelajarkan siswa melalui kegiatan-kegiatan matematika tingkat tinggi yang sistematis atau melalui kegiatan-kegiatan matematika yang mendasar untuk melayani siswa yang kemampuannya rendah. Pendekatan uniteral semacam ini dapat dikatakan terbuka terhadap kebutuhan siswa ataupun terbuka terhadap ide-ide matematika.
                                                                         
Pada dasarnya, pendekatan Open-Ended bertujuan untuk mengangkat kegiatan kreatif siswa dan berpikir matematika secara simultan. Oleh karena itu hal yang perlu diperhatikan adalah kebebasan siswa untuk berpikir dalam membuat progres pemecahan sesuai dengan kemampuan, sikap, dan minatnya sehingga pada akhirnya akan membentuk intelegensi matematika siswa. Pendekatan ini tentunya menuntut siswa untuk berpikir kreatif, kritis terhadap masalah dan menciptakan alternatif jawaban sesuai pengalaman belajarnya.
Kerangka dasar dari pendekatan ini dimasukan dalam model sinektik agar dapat terealisasikan dalam proses belajar mengajar. Model  sinektik  adalah  salah  satu  model  yang  termasuk  pada  rumpun  pribadi. Model  pribadi  merupakan  model  mengajar  yang  berorientasi  kepada perkembangan  diri  individu,  model  ini  menitik  beratkan  kepada  psikologis  individual dan  pengembangan  kreativitas  melalui  aktualisasi  diri,  kesehatan  mental,  dan pengembangan kreativitas. Salah  satu  ciri  kreativitas  menurut  Munandar  (1992  :  34)  adalah  mempunyai dorongan ingin tahu yang besar dan kemampuan mengembangkan suatu gagasan.

Model  sinektik  adalah  model  yang  pertama  kali  dirancang  oleh  William  J.J. Gordon  dalam  bidang  industri.  Gordon  mengembangankannya  untuk  keperluan aktivitas   individu  dalam  kelompok  agar  mereka  mampu  memecahkan  masalah (problem solver),   atau  untuk  mengembangkan  produksi  (product  developmen).  Model Sinektik yang  telah berkembang di dunia industri, akhirnya oleh  Gordon dikembangkan untuk  digunakan  di  sekolah,  tujuannya  yaitu untuk  menumbuhkan  kreativitas sehingga diharapkan siswa mampu menghadapi permasalahannya. Menurut Gordon (1980 : 166 –  167) sinektis dibangun oleh empat dasar yaitu pandangan bahwa kreatifitas merupakan aktivitas sehari-hari, kreatifitas merupakan hal yang dapat dipelajari, kreativitas menunjang semua bidang (seni, teknologi, pengetahuan dsb.), dan proses penemuan individu di tunjang oleh penemuan kelompok.
Dalam  teknik  pengajarannya,  Gani    dalam  Suryaman  (1990  :  10) menyarankan  hal- hal  sebagai  berikut  ;  Jangan   batasi  pengalaman  yang  mungkin diperoleh  peserta  didik,  hormatilah  gagasan-gagasan  mereka,  hargailah  proses belajar  mandiri,  jangan  menakut-nakuti  mereka  dengan  ujian,  hargai  perbedaan individu dan toleransi terhadap situasi kelas yang ribut. Untuk  strategi  sinektik, Gordon dalam Joyce (1980  :  1970) mengemukakan
mengenai dua strategi prosedur sinektik, yaitu :
1.      Menciptakan sesuatu yang baru dengan metafora.
2.      Mengakrabkan  sesuatu  yang  asing  melalui  analogi-analogi  yang  sudah  dikenal dengan baik.

Berdasarkan pandangan diatas penulis mencoba merancang sebuah media yang dapat menunjang terlaksananya model sinektik tersebut dalam materi operasi hitung campuran. Penulis mengguakan media kartu yang diberi nama “Kartu Kesempatan” kartu tersebut berisi bilangan yang harus diurai dalam bentuk operasi hitung campuran yaitu dengan melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Angka-angka yang digunakan serta jumlah operasi hitung bilangan disesuaikan dengan jumlah siswa dalam kelompok. Hal ini bertujuan untuk menyamaratakan tugas setiap siswa dalam kelompok juga menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan bersama kelompok.
Selain kemampuan berfikir kreatif siswa juga diarahkan untuk mampu menjalin kerjasama dengan kelompoknya agar hasil dari operasi hitung campuran sesuai dengan angka yang tertulis dalam kartu kesempatan. Pelaksanaan kegiatan ini dapat diberi nama permainan “Komuniangka”. Yaitu mengkomunikasikan angka-angka yang harus di kombinasikan dengan operasi hitung campuran agar menghasilkan angka yang dihendaki.  Berikut contoh “Kartu Kesempatan” dengan jumlah anggota kelompok 4 orang misalnya.
Sebelum diisi oleh siswa                                 setelah diisi oleh siswa





730 =


 

730 =
8 x 80 + 540 : 6


 
 



Persyaratan menjawab benar adalah
1.      Jumlah hasil operasi hitung campuran sesuai dengan angka yang diharapkan.
2.      Banyaknya angka sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok boleh lebih asal jangan kurang.
3.      Waktu penyelesaian sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh guru.
Jika ketiga persyaratan diatas terpenuhi maka kelompok tersebut menang dan diberi poin.
Tujuan dari permainan ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum (SK/KD) yaitu siswa mampu melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka dengan kompetensi dasar siswa mampu melakukan operasi hitung campuran. Kegiatan diatas menuntut siswa menguasai konsep operasi hitung campuran, karena jika siswa tidak menguasainya bisa jadi hasil yang diperoleh akan berbeda dengan angka tujuan. Disetiap akhir permainan guru beserta siswa mengkorekasi hasil setiap kelompok bersama-sama. Tujuannya selain untuk mengkoreksi hasil juga secara tidak langsung guru mengingatkan kembali konsep yang benar.

KESIMPULAN :
Pendekatan Open Ended berpaham bahwa proses belajar haruslah menigkatkan daya berpikir siswa, hal ini disejalankan dengan Model Sinektik yang menuntut kreatifitas siswa dalam hal berfikir, dalam hal ini materi Operasi hitung campuran dipresiksi cocok di belajarkan dengan model ini. Penerapannya dapat dengan menggunakan teknik permainan “Komuniangka” yang didasarkan pada strategi model Sinektik disertai media “Kartu Kesempatan” untuk menerapkan konsep juga mendorong kreatifitas siswa dalam hal memecahkan masalah matematis. Sehingga pelajaran matematika tidak lagi menakutkan dan menyulitkan siswa. Rekomendasi untuk tindak lanjut, model ini dapat dikembangkan dengan menggunakan soal cerita sederhana atau media lain yang bersifat Open Problem.

Daftar Pustaka :
Abidin, Yunus. 2012. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung : PT. Refika Aditama.
Daswan. 2013. Penerapan Model Sinektik Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif dan Komuikasi Matematis Siswa Tsanawiah. Universitas Pendidikan Indonesia: Repository.com
http://Pendekatan_Open_Ended_Dalam_Pembelajaran_Matematika_Zulfikarnasution's Blog.htm [online] 21-02-2014
Fajariah, Nur. Triratnawati, Defi. 2008. Cerdas Berhitung Matematika 3. Jakarta : Pusat perbukuan Depdiknas.
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran (Mengembangkan Profesional Guru) Edisi Kedua. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Silabus Pelajaran Matematika Kurikulum KTSP 2006
Suwaningsih, Erna. Tiurlina. 2010. Model Pembelajran Matematika. Bandung: Upi Press
Wahyudin. 2007. A to Z Anak Kreatif. Bandung : Gema Insani
 

2 komentar:

  1. assalammu'alaykum mba fitri, saya tertarik dengan tulisan mba dan rasanya saya ingin mengaplikasikannya di kelas. mba maaf tapi gambar kartu kesempatannya tak terlihat dan tak bisa dibuka mba huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam,, terimakasih karena sudah membaca tulisan saya,,, mohon maaf karena kesalahan teknis kartu kesempatannya tidak terbaca...
      itu hanya kartu soal yang harus siswa isi, guru hanya menyediakan clue jawaban. biar siswa yang mengembangkan soalnya

      Hapus

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...