Meledakan Kelemahan Menjadi Kekuatan
Tidak setiap anak lahir dalam keadaan normal, adakalanya mereka memiliki cacat fisik atau cacat psikis atau malah dua-duanya. Mereka itu disebut juga dengan anak bermasalah atau anak dengan kebutuhan khusus. Jika keadaan tersebut tidak ditangani dengan baik dan bijak maka akan mendatangkan suatu kondisi buruk yang hanya akan memperburuk keadaan. Padahal jika kita sebagai guru atau orangtua menyikapi keadaan ini dengan bijak dan menganggap bahwa kekurangan mereka adalah suatu hal yang dapat mensuperkan diri mereka.
Harus diakui
bahwa guru-guru kita memang sudah sibuk dengan masalah hidupnya sendiri,
sehingga sulit diharapkan untuk memperhatikan anak-anak berkebutuhan khusus.
Memang tidak mudah hidup sebagai guru. Namun jika berhadapan dengan murid kita
adalah pendidik sejati yang keringatnya takan pernah tergantikan. Rasul pun
sebagai guru super, pernah mengalami kesulitan, kesedihan, namun beliau tidak
pernah menunjukan sikap menyerah dihadapan para siswanya. Itulah sejatinya
tauladan yang baik. Guru super mengajarkan kemulian menghadapi berbagai cobaan
yang melemahkan. Bukan sikap meyerah melainkan sikap yanng bermartabat dan
memiliki harga diri.
Setelah guru
mampu mengajarkan kemulian terhadap kelemahan, berilah kesempatan siswa anda
untuk menentukan masa depannya. Seorang siswa yang mengalami trauma harus
ditangani dengan baik. Menurut Rina, disinilah dibutuhkan seni mendidik,
tantangan menghadapi anak didik hendaknya membuat guru semakin bersemangat dan
ikhlas. Jika kita konsisten mengamalkan metode pendidikan mukjizat ala
Rasulullah terhadap anak-anak yang bermasalah secara psikologis, maka anak-anak
yang semula dipandang tak berguna akan menjadi sosok yang amat sangat
menentukan perjalanan sejarah.
Tidak semua anak
normal, ada kalanya kita menemukan anak yang memiliki masalah, baik fisik
maupun pshikisnya. Sebagai seorang guru penting untuk tetap memperlakukan anak
yang bermasalah dengan perlakuan khusus. Perlakuan yang mampu menaikan motivasi
dalam belajarmya. Banyak kita temui dalam proses pembelajaran anak yang
bermasalah justru tidak mendapat perhatian khusus yang akhirnya hanya menimbulkan masalah lain.
Dapat dijadikan
sebuah pembaharuan yang diambil dari keteladanan Rasulullah yang berhasil
memaksimalkan kelemahan muridnya menjadi kekuatan. Rasanya inilah yang
dirindukan pendidikan di Indonesia, ditengah banyaknya masalah yang dialami
murid, sangat diperlukan kehadirin seorang guru yang mampu membantunya
menyelesaikan masalah tersebut dan melejitkannya menjadi seorang yang memiliki
kekuatan untuk menghadapi kehidupan. Allah telah melengkapi setiap anak dengan
berbagai kecerdasan. Jadi, tidak ada anak yang bodoh, yang terjadi adalah kita
yang belum menemukan potensi kecerdasan mereka.
ga bosen baca ini
BalasHapus