Umi
Amira
#4 “ Be a Teacher OR Mother“
Hai,
Assalamualaikum…
Gimana
kabar kalian ? semoga Allah seantiasa memberkahi kalian dengan sehat dan
kebaikan… Aamiin
Episode kali ini Ummi ingin bercerita tentang pengalaman Ummi yang superrr sekali.
Kenapa super, karena pengalaman ini berkaitan dengan sebuah pilihan yang berat
dan rumit. Tapi dengan bantuan Allah Yang Maha Kuasa, InsyaAllah Ummi akhirnya
bisa memilih pilihan yang paling BAIK, InsyaAllah.
Pilihan apa itu mi ? ko ampe segitunya…
Umi adalah seorang lulusan pendidikan guru sekolah
dasar disingkat PGSD, inget ya PGSD (googling aja kalo ga tau yaa) bukan PDKT
!!! heheheh. So setelah lulus kuliah umi harus menjadi GURU SD, mungkin bisa
disebut mengabdi, mungkin bisa disebut nguli (baca:kerja). Entahlah mana yang
lebih tepat, dan nanti kalian akan tau mana yang lebih tepat.
Singkat cerita, setelah sidang skripsi selesai umi
langsug melamar ke sebuah sekolah swasta, karena kebetulan pada waktu itu hanya
sekolah itu yang nerima lowongan tanpa KKN seperti kebanyak sekolah lainnya
(KKN itu buka Kuliah Kerja Nyata, tapi singkatan dari Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme, atau lebih dikenal jalur persaudaraan dan pertemanan). Alhamdulillah
lolos uji tes dan wawancara, lalu mengajarlah umi disana. Dengan semangat yang
menggelora karena masih Fresh Graduate (Lulusan Baru) umi mendidik dan
mengajari siswa-siswa SD tersebut. Pada awalnya umi sangat nyaman mengajar di
sekolah tersebut, selain kesejahteraan yang lumayan terjamin, fasilitas sekolah
yang lengkap serta guru-guru berkualitas dan dedikasi yang tinggi pada yayasan.
Mungkin seperti itulah gambarang kebanyakan sekolah swasta yang notabene siswa
siswinya berasal dari kalangan menengah keatas. Jujur sebagai guru umi merasa
dihargai dan dibanggakan. Namun masalah mulai mucul ketika umi menikah dan
hamil, waktu tersita habis di sekolah, 8 jam bekerja dari pagi hingga sore,
hampir tidak ada waktu bersama suami selain week end, ditambah suami yang kerja
nya tidak beraturan semakin menyita waktu kebersamaan kami. akhirnya demi
sikecil yang sedang tumbuh dalam perut umi juga demi si cinta yang perlu perhatian,
umi tinggalkan dunia pendidikan. Hampir setahun ummi mengajar disana, dengan
segala pengalaman berharga yang takan pernah umi lupakan.
Tak lama kemudian, putri kecil kamipun lahir
kedunia, segala perhatian dan dedikasi sebagai seorang ibu, dilimpahkan tanpa
hambatan dan halangan apapun, I’am A Mother ! and I proud of it. Meski cibiran
datang silih berganti, belum lagi sindiran yang cukup menyakitkan hati “sarjana
ko jadi ibu rumah tangga sih, ga sayang sama gelarnya”. Ingin rasanya
ngelitikin sampe jungkir balik ibu-ibu yang ngomong gini, dikiranya jadi ibu
rumah tangga ga pake ilmu apa, modal pendidikan bagi seorang perempuan itu
penting, karena dialah madrasah pertama anak-anaknya, menurut umi seorang perempuan
punya pendidikan tinggi itu sangat penting,
karena dari tangan merekalah tercetak generasi bangsa dan agama yang
berkualitas. Bedakan dengan ibu yang hanya sekolah apa adanya, mengasuh anak
asal-asalan, jadi apa anak-anaknya ? …
Maka dari itu, untuk para orangtua, mertua dan
ibu-ibu yang suka ngegosipin tetangganya. Berhentilah menghakimi pilihan kami,
menjadi seorang ibu dengan titel sarjana membuatku sangat bangga. Kewajiban
mengmalkan ilmu tak harus selalu dalam kelas atau sekolah. Karena mengurus anak
dan keluarga juga adalah sebuah kewajiban mulia dan utama.
Umi tak bermaksud menyalahkan mereka yang tetap
memilih jalur karir, umi pun bangga pada mereka, karena umi tau susahnya
menjalani dua peran sekaligus (menjadi ibu dan menjadi wanita karir), sibuknya
luar biasa. Dan mereka adalah wanita-wanita kuat, mereka sanggup mengorbankan salah satu hal
yang mereka cintai (mungkin waktu, mungkin perasaan). Yang terpenting segalanya
sudah dibicarakan dan diridhoi oleh suami dan anak, karena mereka bisa saja
mereka menjadi korban dari waktu dan perhatian yang tersita karena pekerjaan.
Bagi umi
seperti apa pilihan dari seorang perempuan, itu sudah menjadi pilihannya, tak
perlu didebat atau dipermasalahkan. Menjadi ibu rumah tangga atau ibu rumah
tangga yang berkarir, keduanya tetaplah seorang IBU.
Dan umi salah satu dari mereka yang memilih stay
at home with my little princes, dan Umi BANGGA dengan itu !!
Bandung, 11102017
Bersama putri kecilku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar