Pengikut

Selasa, 10 Oktober 2017

Umi Amira #2 “Suamiku ohhh suamiku”

Umi Amira
(Curhatan Emak-Emak Pemula )

#2 “Suamiku ohhh suamiku”

“kamu mau nonton film Fast and Fourios atau mau aku yang pasti dan serius…” ucapnya penuh mantap dan percaya diri. Merah merona wajah umi kala itu. Kalau inget momen itu suka pengen ketawa sendiri. Abisnya dia lucu dan bikin kangen heheh #upss.
Itulah salah satu kenangan masa-masa perkenalan dulu. Dialah suamiku, sesosok pria dengan janggut khasnya juga mata sipitnya yang kini menurun pada anaku, Amira. Banyak yang bilang dia mirip orang arab, tampan tampan gimana gitu mirip artis turki yang suka tayang di sinetron-sinetron itu lohhh. Tapi dimataku gak ada tampang arab-arabnya tuh, ya secara mana ada orang arab sipit. Kalau umi jalan berdua sama abiyah suka dibilang pasangan internasional, dia kaya orang arab nahh umi katanya mirip orang jepang. Katanya yaaaa, bukan kata umi. Tapi menurut umi mau dibilang apa juga umi dan suami tetap mirip kedua orang tua kita ko #yaiyalah colek dulu jenggot abiyah heheheh.
Episode kali ini umi mau bercerita tentang abiyah, bukan ngegosip yaaa. Tuhh dia lagi disamping umi dan tulisan ini juga udah dapet ijin dari dia ko. Untuk informasi aja biar ga bikin yang baca bingung. Umi manggil suami dengan panggilan abiyah,  panggilan cinta heheheh.
Perkenalan umi dengan suami benar-benar atas kehendak Allah. Dia yang entah siapa tiba-tiba datang kedalam kehidupanku, merampok segenggam hati yang sedang rapuh kala itu. Dulu umi mengira bahwa jodoh umi itu orang yang udah kenal lama, atau orang yang dekat dengan umi, pasalnya umi adalah tipikal orang yang tidak mudah menerima orang baru. Tapi dengan sedikit kehendak Allah, kun fayakun jadilah dia yang entah dari mana menjadi jodoh umi heheh.. Nggak entah dari mana sihh hehe#pisss.
kami berkenalan secara tak sengaja di sebuah media social berlambang lebah (waktu itu aplikasi ini ngehits lohh). Umi gak pernah berpikir kalau dia jodoh umi, bahkan kadang-kadang umi masih suka berpikir “kok bisa ya”, itulah scenario Allah, ajaib dan indah. Berawal dari ketertarikan umi pada tulisannya akhirnya umi berteman dengannya (ngeinvite ceritanya).
“assalamualaikum, hai ta’aruf yuuu” begitulah kira-kira kalimat pertama yang mengawali kisah hubungan kami. Kata “ta’aruf” yang umi kirimkan padanya bermakna bahwa umi ingin berkenalan. Tapi ternyata setelah di cek di toko sebelah artinya benar-benar dahsyat. Dia kaget dan mengartikan kata”ta’aruf” sebagai bentuk keseriusan dalam hal mencario jodoh. Yaa seperti itulah scenario Allah. Bermula dari satu kata akhirnya kita menjadi dekat,dan sampai terucap akad nikah.
Bagiku dia seorang pejuang, dia berjuang untuk hidupnya. Jauh dari kedua orang tuanya dia bisa bertahan menjadi orang baik (secara banyak anak muda hilang arah ketika jauh dari orang tuanya). Jauh dalam arti yang lebih luas yaa. Bagiku dia seorang yang baik, dia berhijrah dari kehidupannya yang kosong akan makna menuju kehidupan yang hangat dan penuh hikmah. Jenggot itulah saksinya hehehe.
Dia adalah sosok laki-laki yang sanggup membawaku bangkit dari gelapnya masa lalu #ceilehhh. Umi dulu sempet trauma karena patah hati, dan dia datang ketika umi mencoba bangkit. Dengan kesabarannya dia mampu membimbing umi menghadapi keegoisan dan rasa trauma. Satu hal yang umi suka dari sikap dia adalah rasa syukur. Bagi dia tak ada hal di dunia ini yang tak pantas disyukuri. Selalu mengingat bahwa hidup ini hanyalah sementara dan tak usah risau jika orang lain terlihat “lebih” dari kita. cara pandang dia tentang hiduplah yang membuat umi bertahan disampingnya, hingga kini.
Umi juga bahagia karena dia adalah orang yang sangat memperhatikan shalat. Ketika awal bertemu, dia udah nanyain masjid. Padahal bisa shalat di kosan umi waktu itu. Tapi katanya “Laki-laki itu shalatnya di masjid”. Gak gagah gimana coba kata-katanya. Dan akhinya hal itulah yang membuat umi meleleh dan memutuskan untuk memilihnya sebagai calon imam. Bukan imam shalat aja yaa, imam hati dan imam berumahtangga juga. Modal yang sangat mahal dan istimewa bukan ?. Limited edision bahasanya.
“kita nikah lebaran ini ya..” J dia melamarkuuuuuu !!!
Suamiku..ohhh suamiku, begitulah gambaran kira-kira tentang suamiku. Pria sederhana yang tak punya apa-apa, namun berani meminang seorang wanita aneh yang galau berat karena disakiti pria. Karena scenario Allah lah yang sesungguhnya menjadikan kita berjodoh. Huhuhuhuhu, peluk cium sumiku ahhh. Aku mencintainya karena Allah.
Sekian episode 2 kali ini, jadi curhat tentang suami nih. Tapi intinya jodoh itu cerminan diri kita dihadapan Allah. Sepasang suami istri itu akan saling melengkapi meskipun dalam kaca mata dunia terlihat jomplang. Percayalah jika calonmu belum mapan, belum punya rumah, atau cuman punya motor matik doing jangan sedih atau risau. Jika dia rajin shalat, berlaku baik pada kedua orangtuamu, menghormati dan memulikannmu sebagai seorang wanita. Percaya padaku pertahankanlah ia !!. karena Rasulullah menganjurkan kita memilih pasangan bukan dari harta, tahta, atau tampang tapi dari agamanya, akhlaknya. Ingat itu yaaa ! ummi sudah buktikan, yang tajir memang menggiurkan tapi yang sholeh lebih menjanjikan ! menjanjikan dunia akhirat maksudnya hehehe.
Banyak kisah seru lainnya yang mau ummi ceritain ke kalian. Penasaran dengan kisah umi amira lainnya, tetap stay baca celotehan emak-emak muda ini yaaa,,


Baleendah, 21022017

Bersama keluarga kecilku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...