Pengikut

Rabu, 11 Oktober 2017

Umi Amira #3 AMIRA

Umi Amira
( Curhatan Emak-Emak Pemula )

#3 “Amira ”


Assalamulaikum, hai apa kabar semua ?
Kali ini umi mau cerita tentang gadis kecil umi nihh. Kami memberi nama dia Amira, panggil saja dia ara. Ara adalah anak pertama  kami. Alhamdulillah sebulan setelah menikah kami dianugrahkan titipan yang berharga. Sama seperti pasangan lainnya, kehadiran anak menjadi momen yang sangat berharga dan ditunggu-tunggu. Begitu juga ummi kala itu, meskipun abiyah selalu mengingatkan untuk tidak terlalu berharap tetap saja yang namanya seorang wanita pasti menunggu momen kesempurnaan itu.
Sebelum menikah ummi memang sudah menjalani program kehamilan bahasa kerennya promil pemirsa. Lohhh ko sebelum nikah sudah promil ? heheheh. Jangan salah paham dulu yaa, jadi begini penjelasannya …..
Sebelum menikah seorang wanita harus menyiapkan dirinya. Menyiapkan untuk menjadi istri sekaligus calon ibu. Umi banyak baca artikel soal persiapan menikah dan ketemulah saran ini, katanya agar subur ketika nanti setelah menikah harus disipkan dulu beberapa bulan sebelum menikah. Bukan Cuma umi loh, calon suami dulu juga ikutan mempersiapkan diri. Dulu umi bawelin abiyah untuk jaga makan, hanya makan yang sehat-sehat dan protein tinggi.  Tentu saja ritual ini dilakukan setelah khitbah yaa, awas kalo di tiru hal ini ke pacar kalian, mau promil apaan kalau menikah masih jauh dari angan. #ups
Promil yang dijalanin cukup mudah ko, hanya menjaga asupan makanan dan minum susu prakehamilan. Itung-itung menjaga kesehatan sebelum menikah heheh salmbil menyelam minum air ceritanya. Yang paling penting juga terus cari informasi mengenai prakehamilan agar promilnya tetap jalan.
Oh iya, jangan ditiru yaa. Dulu umi sangat berharap memiliki anak laki-laki. Secara di keluarga ummi semuanya perempuan kecuali bapake. Jadi gemes kalo liat anak laki-laki. Umi juga terobsesi mendidik anak menjadi pemimpin hehe, pemimpin umat maksudnya. Gara-gara banyak baca buku sejarah islam jadi perasaan cinta agar islam tetap jaya menggebu dalam diri umi. Heheh. Sekali lagi abiyah mengingatkan bahwa anak adalah titipan, dan Allah lebih tau mana yang terbaik bagi hambanya. Dan untuk keluarga kecil kami amira adalah titipan yang tepat. Amira Zehra Arkania, pemimpin para wanita yang cantik seperti bunga dan berhati lurus. Lahir pada tanggal 29 Oktober.
Ahhh terharu sekaligus takjub kalau ingat proses kehamilan dan melahirkan. Itu proses yang sungguh ajaib dan luar biasa. Maha Suci Allah yang berkuasa atas makhluknya. Bayi kecil yang ada di dalm perut selama 9 bulan lalu lahir melalui proses melahirkan yang tidak menyakitkan. Lohh katanya melahirkan itu sakit yaaa ?
Umi ceritain yaa, proses keluarnya bayi dari dalam Rahim itu sama sekali ga sakit, itu yang ummi alamin. Tiga kali mengejan  ara pun lahir. Cumannnnnn yang sakit dan bikin ga tahan itu ketika proses sebelum melahirkan nama kerennya pembukaan. Waduhhh waktu itu ummi pecah ketuban dulu di pembukaan 1, jadi mau ga mau menunggu dengan sabar proses kontraksi. Masuk rumah bersalin pukul 8 malam dan Ara lahir pukul 8 pagi, 12 jam pemirsa ummi harus nahan kontraksi.    
Ada cerita lucu, jadi ketika pembukaan awal, kontraksi tuh kan ga terlalu kuat dan jaraknya juga masih jauh. Umi nanya tuh ke sodara yang memng profesinya seorang bidan, “ sal, ko mules tèh gak sakit ya ?” dengan polosnya umi nanya. Lalu dia menjawab “tunggu tanggal mainya yaaa!!!”. Dan wallaaaaaa ketika masuk pembukaan 6, mulesnya gak nahan.  Sampe-sampe liat abiyah yang ketiduran ummi timpukin karena kesel. Istri lagi bertaruh nyawa ini malah tidur, munggungin pula, siapa yang ga kesel coba. #maaf ya abiyah.
Ada juga cerita haru, bukan terharu karena Ara lahir dengan selamat, itu sih pasti terharu banget. Jadi waktu ummi timpukin abiyah pake kain karena ketiduran, itu sebernernya abiyah lagi nangis T_T. Umi baru tau setelah di ceritain mamah. Itupun pas udah pulang dari rumah sakit, merasa bersalah banget lahhh. Dan ada lagi kisah haru lainnya yaitu ketika sesaat setelah ara lahir, kehadiran mamah yang setia mendampingi ketika proses melahirkan. Baru dehh kerasa perjuangan ibu itu ga gampang, ketika merasakan sendiri proses melahirkan itu, entah kenapa ada perasaan yang sulit dijelaskan. Ketika Ara sudah lahir, ummi langsung tengok mamah, sambil nangis bilang ini ke mamah “ makasih ya mah, dulu udah lahirin teteh. Makasih buat segalanya”. Itu momen paling membahagiakan sekaligus mengharukan dalam hidup umi. 
“Oaaa oaaaa oaaaa” suara kecil itu menggema di ruangan bersalin.  Bayi kecil itu menangis di dada ummi, “assalamualaikum cantik J” . senyum kebahagian dan rasa bangga terpancar dari hati. Akhirnya saya menjadi seorang ibu, dan dipanggilah saya “umi Amira”.
Begitulah pemirsa kisah dibalik nama Amira, sebuah nama yang membawa berjuta kebahagiaan dan momen berharga dalam hidup umi dan abiyah. Kini bayi kecil itu sedang tumbuh, ada saja tingkah lucunya setiap hari.  Doa kami, kelak dia menjadi bagian dari perjuangan menegakan agama Allah, menjadi bidadari dunia yang dicintai syurga. Menjadi bunga yang indah di hati kedua orang tuanya, penyejuk dan penentram jiwa. Aamiin …Peluk cium Ara sholehahhhh.
Untuk semua wanita, para ibu ataupun calon ibu. Anak adalah titipan Allah. Kehadirannya adalah kehendak Allah. Untuk kalian yang belum diberi kepercayaan oleh Allah, jangan bosan untuk terus berikhtiar, semangat terus. Rayulah Allah dengan doa-doa penuh harap kalian. Karena anak adalah milik Allah, bukan kehendak kita. Untuk kalian calon ibu, yang sedang hamil atau yang telah menajdi seorang ibu, tolong dijaga baik-baik titipan itu yaaa.
See you next time yaa di tulisan umi selanjutnya J


Baleendah, 22022107
Bersama Amira yang baru bangun tidur







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...