Umi
Amira
( Curhatan Emak-Emak Pemula )
#3
“Amira ”
Assalamulaikum, hai apa kabar semua ?
Kali ini umi mau cerita tentang gadis kecil umi
nihh. Kami memberi nama dia Amira, panggil saja dia ara. Ara adalah anak
pertama kami. Alhamdulillah sebulan
setelah menikah kami dianugrahkan titipan yang berharga. Sama seperti pasangan
lainnya, kehadiran anak menjadi momen yang sangat berharga dan ditunggu-tunggu.
Begitu juga ummi kala itu, meskipun abiyah selalu mengingatkan untuk tidak
terlalu berharap tetap saja yang namanya seorang wanita pasti menunggu momen
kesempurnaan itu.
Sebelum menikah ummi memang sudah menjalani program
kehamilan bahasa kerennya promil pemirsa. Lohhh ko sebelum nikah sudah promil ?
heheheh. Jangan salah paham dulu yaa, jadi begini penjelasannya …..
Sebelum menikah seorang wanita harus menyiapkan
dirinya. Menyiapkan untuk menjadi istri sekaligus calon ibu. Umi banyak baca
artikel soal persiapan menikah dan ketemulah saran ini, katanya agar subur
ketika nanti setelah menikah harus disipkan dulu beberapa bulan sebelum
menikah. Bukan Cuma umi loh, calon suami dulu juga ikutan mempersiapkan diri.
Dulu umi bawelin abiyah untuk jaga makan, hanya makan yang sehat-sehat dan
protein tinggi. Tentu saja ritual ini
dilakukan setelah khitbah yaa, awas kalo di tiru hal ini ke pacar kalian, mau
promil apaan kalau menikah masih jauh dari angan. #ups
Promil yang dijalanin cukup mudah ko, hanya menjaga
asupan makanan dan minum susu prakehamilan. Itung-itung menjaga kesehatan
sebelum menikah heheh salmbil menyelam minum air ceritanya. Yang paling penting
juga terus cari informasi mengenai prakehamilan agar promilnya tetap jalan.
Oh iya, jangan ditiru yaa. Dulu umi sangat
berharap memiliki anak laki-laki. Secara di keluarga ummi semuanya perempuan
kecuali bapake. Jadi gemes kalo liat anak laki-laki. Umi juga terobsesi
mendidik anak menjadi pemimpin hehe, pemimpin umat maksudnya. Gara-gara banyak
baca buku sejarah islam jadi perasaan cinta agar islam tetap jaya menggebu
dalam diri umi. Heheh. Sekali lagi abiyah mengingatkan bahwa anak adalah
titipan, dan Allah lebih tau mana yang terbaik bagi hambanya. Dan untuk
keluarga kecil kami amira adalah titipan yang tepat. Amira Zehra Arkania,
pemimpin para wanita yang cantik seperti bunga dan berhati lurus. Lahir pada
tanggal 29 Oktober.
Ahhh terharu sekaligus takjub kalau ingat proses
kehamilan dan melahirkan. Itu proses yang sungguh ajaib dan luar biasa. Maha
Suci Allah yang berkuasa atas makhluknya. Bayi kecil yang ada di dalm perut
selama 9 bulan lalu lahir melalui proses melahirkan yang tidak menyakitkan.
Lohh katanya melahirkan itu sakit yaaa ?
Umi ceritain yaa, proses keluarnya bayi dari dalam
Rahim itu sama sekali ga sakit, itu yang ummi alamin. Tiga kali mengejan ara pun lahir. Cumannnnnn yang sakit dan
bikin ga tahan itu ketika proses sebelum melahirkan nama kerennya pembukaan.
Waduhhh waktu itu ummi pecah ketuban dulu di pembukaan 1, jadi mau ga mau
menunggu dengan sabar proses kontraksi. Masuk rumah bersalin pukul 8 malam dan
Ara lahir pukul 8 pagi, 12 jam pemirsa ummi harus nahan kontraksi.
Ada cerita lucu, jadi ketika pembukaan awal,
kontraksi tuh kan ga terlalu kuat dan jaraknya juga masih jauh. Umi nanya tuh
ke sodara yang memng profesinya seorang bidan, “ sal, ko mules tèh gak sakit ya ?” dengan polosnya umi
nanya. Lalu dia menjawab “tunggu tanggal mainya yaaa!!!”. Dan wallaaaaaa ketika
masuk pembukaan 6, mulesnya gak nahan.
Sampe-sampe liat abiyah yang ketiduran ummi timpukin karena kesel. Istri
lagi bertaruh nyawa ini malah tidur, munggungin pula, siapa yang ga kesel coba.
#maaf ya abiyah.
Ada juga cerita haru, bukan terharu karena Ara
lahir dengan selamat, itu sih pasti terharu banget. Jadi waktu ummi timpukin
abiyah pake kain karena ketiduran, itu sebernernya abiyah lagi nangis T_T. Umi
baru tau setelah di ceritain mamah. Itupun pas udah pulang dari rumah sakit,
merasa bersalah banget lahhh. Dan ada lagi kisah haru lainnya yaitu ketika
sesaat setelah ara lahir, kehadiran mamah yang setia mendampingi ketika proses
melahirkan. Baru dehh kerasa perjuangan ibu itu ga gampang, ketika merasakan
sendiri proses melahirkan itu, entah kenapa ada perasaan yang sulit dijelaskan.
Ketika Ara sudah lahir, ummi langsung tengok mamah, sambil nangis bilang ini ke
mamah “ makasih ya mah, dulu udah lahirin teteh. Makasih buat segalanya”. Itu
momen paling membahagiakan sekaligus mengharukan dalam hidup umi.
“Oaaa oaaaa oaaaa” suara kecil itu menggema di
ruangan bersalin. Bayi kecil itu
menangis di dada ummi, “assalamualaikum cantik J”
. senyum kebahagian dan rasa bangga terpancar dari hati. Akhirnya saya menjadi
seorang ibu, dan dipanggilah saya “umi Amira”.
Begitulah pemirsa kisah dibalik nama Amira, sebuah
nama yang membawa berjuta kebahagiaan dan momen berharga dalam hidup umi dan abiyah.
Kini bayi kecil itu sedang tumbuh, ada saja tingkah lucunya setiap hari. Doa kami, kelak dia menjadi bagian dari
perjuangan menegakan agama Allah, menjadi bidadari dunia yang dicintai syurga.
Menjadi bunga yang indah di hati kedua orang tuanya, penyejuk dan penentram
jiwa. Aamiin …Peluk cium Ara sholehahhhh.
Untuk semua wanita, para ibu ataupun calon ibu.
Anak adalah titipan Allah. Kehadirannya adalah kehendak Allah. Untuk kalian
yang belum diberi kepercayaan oleh Allah, jangan bosan untuk terus berikhtiar,
semangat terus. Rayulah Allah dengan doa-doa penuh harap kalian. Karena anak
adalah milik Allah, bukan kehendak kita. Untuk kalian calon ibu, yang sedang
hamil atau yang telah menajdi seorang ibu, tolong dijaga baik-baik titipan itu
yaaa.
See you next time yaa di tulisan umi selanjutnya J
Baleendah, 22022107
Bersama Amira yang
baru bangun tidur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar