Pengikut

Kamis, 12 Oktober 2017

PEMBELAJARAN BERMAKNA MELALUI PENDEKATAN INTEGRATED DI KELAS 1 SD

PEMBELAJARAN BERMAKNA MELALUI PENDEKATAN INTEGRATED DENGAN TEMA BENDA DI SEKITARKU DI KELAS 1 SEKOLAH DASAR
Oleh:
Ratih Ratnaningsih, S.Pd
(Editor : Fitria Nuraeni, S.Pd)


A.      PENDAHULUAN
Pembelajaran matematika merupakan pelajaran yang mempelajari perhitungan. Perhitungan adalah salah satu pelajaran yang paling sukar menurut siswa karena pembelajarannya yang memusingkan dan yang abstrak. Hal ini yang membuat siswa malas belajar pelajaran matematika.
Dalam setiap pembelajaran diusahakan untuk menyediakan media untuk membantupembelajaran agar lebih bermakna, apalagi di kelas rendah haruslah menyediakan media untuk membantunya. Setiap pembelajaran matematika tidak akan berhasil apabila gurunya juga tidak berusaha untuk memaksimalkan pembelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didiknya.
Setiap siswa pastilah mempunyai kemampuan untuk berpikir dengan caranya masing-masing, guru juga harus dapat percaya bahwa siswa tersebut dapat memecahkan masalahnya sendiri tanpa harus disuapi terus-menerus oleh guru.
Media merupakan alat bantu guru dalam pembelajaran agar pembelajaran tersebut lebih efektif dan siswa akanlebih termotivasi jika ada sesuatu benda yang dapat dimanipulasinya tanpa bersifat abstrak.
Biasanya guru dilapangan jarang sekali yang menggunakan media untuk membantu pembelajaran agar pembelajaran tersebut menjadi lebih bermakna. Akibatnya siswa pun malas untuk mengikuti pembelajaran matematika tersebut, karena pembelajarannya yang membosankan, bersifat abstrak dan membuat siswa bingung. Jadi banyak siswa yang mengatakan malas untuk belajar matematika tersebut.
Untuk membantu pembelajaran lebih bermakna dan siswa mau untuk belajar matematika, haruslah guru menyediakan medianya. Biasanya siswa paling senang apabila ia ikut serta dalam pembelajaran dan bermain. Karena siswa kelas 1 SD masih senang bermain dan menggunakan benda-benda yang konkrit. Maka dari itu, guru harus bisa menggunakan benda-benda konkrit atau media lainnya untuk membantu pembelajaran di kelas rendah agar siswa tersebut dapat terbiasa untuk menyukai pembelajaran matematika dan anak tersebut juga akan memahami apa yang mereka pelajari jika pembelajaran tersebut diajarkan secara terus-menerus.
Sama halnya dengan yang diungkapkan dengan teori William Brownell (Erna dan Tiurlina, 2010:89) yaitu didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak pasti memahami apa yang sedang mereka pelajari jika belajar secara permanen atau secara terus-menerus untuk waktu yang lama. Salah satu cara bagi anak-anak untuk mengembangkan pemahaman tentang matematika adalah dengan menggunakan benda-benda tertentu ketika mereka mempelajari konsep matematika.
Untuk itu, sebagai guru kita harus dapat kreatif untuk membuat atau memanfaatkan media yang ada disekitar untuk membantu pembelajarn yang lebih bermakna dan lebih efektif agar dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika yang lebih kritis.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah “Bagaimana proses pembelajaran bermakna melalui pendekatan integrated dengan tema benda di sekitarku di kelas 1 sekolah dasar?”


B.       PEMBAHASAN
Didalam artikel ini akan menggunakan kurikiulum 2013 yang lebih menekankan kepada nilai karakter. Kurikulum 2013 juga menganjurkan untuk menggunakan pendekatan tematik yang integratif. Pembelajaran integratif ini merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran kedalam satu tema.
Berangkat dari kurikulum baru yaitu kurikulum 2013, guru harus bisa mengintegrasikan mata pelajaran yang benar-benar saling berkesinambungan dan memilih tema yang cocok agar pembelajaran tersebut lebih menarik untuk dapat memotivasi siswa untuk belajar matematika.
Dalam suatu pembelajaran tersebut haruslah bersifat menyenangkan dan menarik agar siswa mau mengikuti pembelajaran tersebut. Apabila tema tersebut menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa tersebut, maka siswapun akan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran karena ia seperti sedang bermain padahal ia sedang belajar.
Artikel ini akan menggunakan pendekatan integrated (Udin dkk, 2006:34) Pendekatan integrated ini merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran, sehingga perluadanya pengintegrasian multidisiplin.
Dalam artikel ini penulis akan mengintegrasikan antara mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia yaitu kompetensi dasar Matematika adalah membandingkan dengan memperkirakan panjang suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih panjang, lebih pendek) dan kompetensi dasar Bahasa Indonesia adalah memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah.
Melihat kompetensi dasar tersebut, terlihat keterpaduan antara benda-benda yang dapat digunakan sebagai media pembelajarannya dan penulis menggunakan tema yaitu Benda Di Sekitarku.
Pemanfaatan media benda-benda yang terdapat disekitar siswa akan lebih membantu penyesuaian dirinya terhadap pembelajaran dengan lingkungannya yang ternyata dapat dipelajarinya dan mendapat pengetahuan yang baru bahwa benda-benda yang terdapat disekitarnya juga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran matematika dan bahasa Indonesia.
Pada tahap awal guru mengajarkan terlebih dahulu dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu kegunaan benda. Dengan pembelajaran bahasa Indonesia ini siswa dapat memulainya dengan melihat kegunaan benda yang telah diperlihatkan oleh guru, siswapun dapat melatih kemampuan berbicaranya dengan mengeluarkan pendapat tentang kegunaan benda yang telah dilihatnya tersebut.
Lalu siswa diberi LKS, karena masih siswa kelas 1  takut ada yang belum bisa membaca, maka perintah tersebut jangan terlalu banyak teks dan dengan bantuan guru siswa dapat membacanya.
Setiap siswa mengerjakan LKS tersebut tentang kegunaan benda yang ada disekitar lingkungan sekolah, dengan cara mencari tahu sendiri dan melihatnya langsung, lalu setiap siswa dapat melaporkannya langsung didepan kelas secara bergiliran apa yang telah ia lihat sebelumnya tentang benda yang ada sekitar sekolah dan kegunaannya.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pembelajaran matematika yaitu membandingkan panjang benda. Guru harus menyediakan media yang dapat membantu proses pembelajaran.
Setelah itu, guru memberikan contoh kepada siswa dan siswa diberikan LKS kembali untuk membantu pembelajarannya.

 Lalu siswa belajar untuk membandingkan panjang suatu benda yang ada dilingkungan sekolah. Siswa disana dapat mencari tahu apa saja benda yang ukurannya lebih panjang dan mana benda yang ukurannya lebih pendek. Seperti penggaris dengan pensil lebih panjang mana, meja dengan buku lebih pendek mana dan sebagainya.
Siswa dapat melaporkannya kembali didepan kelas apa yang telah ia temukan dalam membandingkan panjang suatu benda yang ada dilingkungan sekolah.
Dengan itu, siswa dapat melihat dan tahu bahwa suatu benda mempunyai panjang yang berbeda-beda. Tanpa siswa tersebut mengukurnya benda tersebut dapat terlihat bahwa benda tersebut lebih panjang atau lebih pendek.
Setiap siswa pastilah dapat berpikir secara kreatif apabila tidak selalu dimanjakan oleh gurunya. Siswa akan ketergantungan kepada guru apabila terus-menerus disuapi pelajran tanpa ia tahu bahwa pembelajaran tersebut terdapat dalam kehidupan sehari-harinya.
Dengan pembelajaran tersebut diselipi dengan permainan yang membuat anak senang, maka pembelajaran itu tidak akan membosankan. Biasanya siswa kelas 1 sekolah dasar masih senang-senangnya bermain dan menggunakan benda-benda konkrit yang dapat dimanipulasinya.
Ataupun dengan nyanyian-nyanyian yang membuat anak senang dan bisa menghapal pelajaran tersebut dengan jangka waktu yang lama, karena lagu tersebut dapat lebih meresap dari pada hanya ceramah saja.
Dengan guru yang kreatif dalam mengemas pembelajaran tersebut sesuai dengan karakteristis siswa, maka pembelajaran pun akan menarik dan membuat anak menjadi lebih memahami isi pembelajaran tersebut. Dibandingkan dengan hanya teori saja tanpa adanya bantuan apapun dengan benda-benda yang bersifat konkrit.
Siswa akan lebih terpancing dengan permainan-permainan yang baru untuk membantu sebuah proses pembelajaran. Dan siswa akan selalu rindu apabila pembelajaran tersebut menyenangkan.
Untuk itu, guru harus dapat memanipulasi setiap pembelajaran agar lebih menarik dan menyenangkan tanpa meninggalkan pembelajaran yang seharusnya diajarkan dan pembelajaran tersebut akan lebih bermakna.
C.      REKOMENDASI
Artikel ini memang jauh dari kata sempurna, tetapi artikel yang saya buat ini adalah salah satu contoh untuk pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas 1 sekolah dasar. Pembelajaran yang terdapat dalam artikel ini menggunakan pendekatan dalam pembelajaran agar pembelajaran tersebut menjadi lebih bermakna dan mampu mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dalam setiap pembelajaran haruslah kita merencanakannya sebelumnya dan menggunakan pendekatan dan strategi-strategi yang tepat agar dapat sesuai dengan karakteristik siswa, karena tanpa adanya perencanaan dan strategi yang tepat dalam pembelajaran maka pembelajaran tersebut tidak akan efektif dan tidak akan berjalan sesuai dengan seharusnya. Maka dari itu, kita harus benar-benar kreatif dalam menggunakan pendekatan dan strategi yang cocok untuk siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y. 2012. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama
Kompetensi Dasar SD/MI. 2013
Nasution. 2009. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan Mengajar. Bandung: Bumi Aksara
Nur’aini, U. dan Indriyani. 2008. Bahasa Indonesia Kelas 1. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. UPI. 2012
Purnomosidi, dkk. 2008. Matematika Kelas 1. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Rositawaty, S. dan Muharam, A. 2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 1. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Saud, U. S dan dkk. 2006. Pembelajaran Terpadu. Bandung: UPI PRESS
Suwangsih, E. dan Tiurlina. 2010. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI PRESS

Suwarma, D. M. dan Suhendra. 2009. Kapita Selekta Matematika. Bandung: UPI PRESS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...