Pengikut

Senin, 16 Oktober 2017

Umi Amira #5 “Don’t Panic !!! Ada Allah ”

Umi Amira
(Curhatan Emak-Emak Pemula)

#5 “Don’t Panic !!! Ada Allah ”


Hai, Assalamualaikum…
Jumpa lagi sama umi di episode ke 5 nih..
Semoga yang membaca tulisan ini sedang dalam kebaikan dan kebahagian ya, aamiin

Episode kali ini umi ingin bahas sedikit pengalaman tentang rezeki. Buat kalian yang belum menikah, pengalaman ini bisa dijadikan pelajaran dan persiapan untuk nanti berumah tangga ya,untuk yang sudah senior alias sudah menikah, semoga kita bisa berbagi pengalaman dan saling mengingatkan.

Rumah tangga itu tidak segampang yang dipikirkan dan direncanakan loh, agak sedikit menantang ketika kita menjalaninya secara langsung.  Kalau dulu saat masih gadis, masih sekolah kita terbiasa mendapat jatah jajan dari orangtua, sehingga kita tinggal atur dengan kebutuhan. Tapi setelah menikah, selain mengatur kita juga kudu pinter cari pemasukannya. Kalau dipikirin mah mumet, belum pengeluaran kita sebagai emak-emak, belum kebutuhan suami, belum lagi kebutuhan anak… wahhhh bisa stress kalo dipikirin.
Bayangkan saja, pemasukan dari gaji suami yang segitu-segitu aja setiap bulan, sedangkan pengeluaran untuk kebutuhan keluarga yang tiap hari bisa beda-beda. Pusing kan cocokinnya. Kadang kurang dan jarang lebih L
Eitsssss…… tunggu dulu, segala kepusingan itu hanya ada dalam pikiran manusia saja. Karena kalau pakai aturan Allah mah ga ada yang belibet kaya pikiran kita. kuncinya cuman satu ko biar ga pusing : BERSYUKUR.
Menurut umi rezeki itu tentang cara kita bersyukur.
Ada sedikit pengalaman nih, dulu sebelum punya anak umi kan kerja tuh disekolah dengan gaji yang lumayan, lalu menikah dengan abiyah yang jiga punya gaji dari pekerjaannya. Itug-itungannya harusnya sih kebutuhan keluarga umi saat itu tercukupi bahkan lebih, tapi kenyataannya yang umi rasain waktu itu kurang dan kurang, bahkan harus pinjem dulu ke tabungan buat Menuhin kebutuhan. Meskipun sudah mengatur pengeluaran untuk kebutuhan tetap saja rasanya gaji ga cukup.
Lalu umi keluar kerja, otomatis pemasukan dari gaji umi hilang dong, dan cuman ngandelin suami aja. Tapi apa yang terjadi pemirsa, selama umi diem di rumah ga pernah sedikitpun kekurangan, saat itu umi lagi hamil, tau kan kebutuhan ibu hamil kalau lagi ngidam, maunya banyak banget hehee. Tapi Allah mah Maha Penyayang dong, beberapa bulan setelah umi keluar abiyah dapet promosi di pekerjaanya dan Alhamdulillah ada kenaikan gaji.  Dengan ketelatenan mengatur pengeluaran untuk kebutuhan, Alhamdulillah meskipun hanya mengandalkan gaji suami, kita masih bisa menabung untuk persiapan lahiran Amira, dan tetap memenuhi kebutuhan yang tiap harinya ada aja yang beda hehehe. Kuncinya cuman satu BERSYUKUR, terima dan manfaatkan apa yang sudah diusahakan suami, diamata dunia mungkin nominal itu sedikit, tapi sesungguhnya dimata Allah, rezeki kita tak bergantung pada nominal itu.
Ketika Amira lahir, otomatis kebutuhan bertambah, dan umi masih menjadi ibu rumah tangga. Tapi dengan keyakinan bahwa Amira juga punya rezekinya sendiri Alhamdulillah, si kecil tak pernah kekurangan popok ataupun susu. Semua kebutuhan selalu terpenuhi J.
Pertengahan tahun, umi harus kembali bekerja karena sesuatu hal. Sangat mendesak dan mau tak mau harus rela menitipkan amira ke neneknya. Wajarnya pemasukan bertambah dong, dan coba tebak apa yang terjadi. Selama umi bekerja lagi, perasaan serba kurang itu datang lagi, ada saja kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi sehingga harus memotong anggaran yang sudah direncanakan. Mulai lah umi mengeluh pada abiyah, karena merasa lelah bekerja namun tak ada yang berubah. Masih enakan pas diem dirumah. Mau apa aja ada. Heheh.
Akhirnya umi keluar dan taraaaaaa, dengan sedikit kemauan dan kreativitas, umi berada di rumah dan tetap menghasilkan.
Intinya, yang ingin umi sampaikan disini, rezeki itu tak harus punya uang banyak dan bisa beli apa saja. Sehat itu rezeki, tidak puya hutang itu rezeki, dapet kiriman dari tetangga itu juga rezeki. So rezeki itu hak perogatif Allah atas kita, meskipun kita ingin berusaha utuk mendatangkan rezeki lebih banyak dengan lebih rajin bekerja namun jika Allah berkehendak rezeki kita segitu yam aka dapetnya cuman segitu, gakan segini hehehe.
Umi bukan menyarankan untuk diam saja karena rezeki Allah yang atur. Hanya ingin menyarankan untuk sedikit mengubah mindset kita. Kita jangan terlalu sibuk bekerja atau mencari materi dengan alasan biar dapet rezeki melimpah, namun mengabaikan apa yang seharusnya kita lakukan. Lakukan sesuai peran kita saja, dan biarkan Allah mengatur rezeki kita. Bekerja sewajarnya saja, jangan malas tapi cukup rajin dan ulet. Dan jangan lupa BERSYUKUR.

Ini hanya saran, jika setuju lakukan, jika tidak setuju tidak usah mendebat karena ini bukan perdebatan. J


Bandung, 13102017
Menemani putriku bermain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kreatif bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas 3

Kreatif Bersama Operasi Hitung Campuran di Kelas III (Pengembangan Pendekatan Open Ended dengan Model Sinektik) Abstrak :...