Umi
Amira
(Curhatan Emak-Emak Pemula)
#5 “Don’t Panic !!! Ada Allah ”
Hai,
Assalamualaikum…
Jumpa
lagi sama umi di episode ke 5 nih..
Semoga
yang membaca tulisan ini sedang dalam kebaikan dan kebahagian ya, aamiin
Episode
kali ini umi ingin bahas sedikit pengalaman tentang rezeki. Buat kalian yang
belum menikah, pengalaman ini bisa dijadikan pelajaran dan persiapan untuk
nanti berumah tangga ya,untuk yang sudah senior alias sudah menikah, semoga
kita bisa berbagi pengalaman dan saling mengingatkan.
Rumah
tangga itu tidak segampang yang dipikirkan dan direncanakan loh, agak sedikit
menantang ketika kita menjalaninya secara langsung. Kalau dulu saat masih gadis, masih sekolah
kita terbiasa mendapat jatah jajan dari orangtua, sehingga kita tinggal atur
dengan kebutuhan. Tapi setelah menikah, selain mengatur kita juga kudu pinter
cari pemasukannya. Kalau dipikirin mah mumet, belum pengeluaran kita sebagai
emak-emak, belum kebutuhan suami, belum lagi kebutuhan anak… wahhhh bisa stress
kalo dipikirin.
Bayangkan
saja, pemasukan dari gaji suami yang segitu-segitu aja setiap bulan, sedangkan
pengeluaran untuk kebutuhan keluarga yang tiap hari bisa beda-beda. Pusing kan
cocokinnya. Kadang kurang dan jarang lebih L
Eitsssss……
tunggu dulu, segala kepusingan itu hanya ada dalam pikiran manusia saja. Karena
kalau pakai aturan Allah mah ga ada yang belibet kaya pikiran kita. kuncinya
cuman satu ko biar ga pusing : BERSYUKUR.
Menurut
umi rezeki itu tentang cara kita bersyukur.
Ada
sedikit pengalaman nih, dulu sebelum punya anak umi kan kerja tuh disekolah
dengan gaji yang lumayan, lalu menikah dengan abiyah yang jiga punya gaji dari
pekerjaannya. Itug-itungannya harusnya sih kebutuhan keluarga umi saat itu
tercukupi bahkan lebih, tapi kenyataannya yang umi rasain waktu itu kurang dan
kurang, bahkan harus pinjem dulu ke tabungan buat Menuhin kebutuhan. Meskipun
sudah mengatur pengeluaran untuk kebutuhan tetap saja rasanya gaji ga cukup.
Lalu
umi keluar kerja, otomatis pemasukan dari gaji umi hilang dong, dan cuman
ngandelin suami aja. Tapi apa yang terjadi pemirsa, selama umi diem di rumah
ga pernah sedikitpun kekurangan, saat itu umi lagi hamil, tau kan kebutuhan
ibu hamil kalau lagi ngidam, maunya banyak banget hehee. Tapi Allah mah Maha Penyayang
dong, beberapa bulan setelah umi keluar abiyah dapet promosi di pekerjaanya
dan Alhamdulillah ada kenaikan gaji. Dengan
ketelatenan mengatur pengeluaran untuk kebutuhan, Alhamdulillah meskipun hanya
mengandalkan gaji suami, kita masih bisa menabung untuk persiapan lahiran
Amira, dan tetap memenuhi kebutuhan yang tiap harinya ada aja yang beda hehehe.
Kuncinya cuman satu BERSYUKUR, terima dan manfaatkan apa yang sudah diusahakan
suami, diamata dunia mungkin nominal itu sedikit, tapi sesungguhnya dimata
Allah, rezeki kita tak bergantung pada nominal itu.
Ketika
Amira lahir, otomatis kebutuhan bertambah, dan umi masih menjadi ibu rumah
tangga. Tapi dengan keyakinan bahwa Amira juga punya rezekinya sendiri
Alhamdulillah, si kecil tak pernah kekurangan popok ataupun susu. Semua
kebutuhan selalu terpenuhi J.
Pertengahan
tahun, umi harus kembali bekerja karena sesuatu hal. Sangat mendesak dan mau
tak mau harus rela menitipkan amira ke neneknya. Wajarnya pemasukan bertambah
dong, dan coba tebak apa yang terjadi. Selama umi bekerja lagi, perasaan serba
kurang itu datang lagi, ada saja kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi
sehingga harus memotong anggaran yang sudah direncanakan. Mulai lah umi
mengeluh pada abiyah, karena merasa lelah bekerja namun tak ada yang berubah.
Masih enakan pas diem dirumah. Mau apa aja ada. Heheh.
Akhirnya
umi keluar dan taraaaaaa, dengan sedikit kemauan dan kreativitas, umi berada
di rumah dan tetap menghasilkan.
Intinya,
yang ingin umi sampaikan disini, rezeki itu tak harus punya uang banyak dan
bisa beli apa saja. Sehat itu rezeki, tidak puya hutang itu rezeki, dapet
kiriman dari tetangga itu juga rezeki. So rezeki itu hak perogatif Allah atas
kita, meskipun kita ingin berusaha utuk mendatangkan rezeki lebih banyak dengan
lebih rajin bekerja namun jika Allah berkehendak rezeki kita segitu yam aka
dapetnya cuman segitu, gakan segini hehehe.
Umi
bukan menyarankan untuk diam saja karena rezeki Allah yang atur. Hanya ingin
menyarankan untuk sedikit mengubah mindset kita. Kita jangan terlalu sibuk
bekerja atau mencari materi dengan alasan biar dapet rezeki melimpah, namun
mengabaikan apa yang seharusnya kita lakukan. Lakukan sesuai peran kita saja,
dan biarkan Allah mengatur rezeki kita. Bekerja sewajarnya saja, jangan malas
tapi cukup rajin dan ulet. Dan jangan lupa BERSYUKUR.
Ini
hanya saran, jika setuju lakukan, jika tidak setuju tidak usah mendebat karena
ini bukan perdebatan. J
Bandung, 13102017
Menemani putriku bermain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar